Latest News

Cerita Motivasi : Dokter dan Seorang Ayah

Seorang dokter memasuki rumah sakit dengan sangat terburu-buru setelah dipanggil oleh atasannya untuk melakukan operasi mendesak pada seorang anak yang ada dalam kondisi kritis karena kecelakaan lalu lintas.

Berjalan menuju ruang operasi, ia menemukan ayah dari anak yang kecelakaan itu berjalan mondar-mandir di ruang tunggu dokter. Dan seketika melihat ia, sang ayah pun berteriak setengah menghardik, "Kenapa kamu lama sekali untuk datang kesini, wahai dokter? Tak tahukah kamu bahwa nyawa anak saya dalam bahaya? Kemana rasa tanggung jawabmu sebagai seorang dokter? Hah?!!".

Cerita Motivasi : Dokter dan Seorang Ayah
dalam Cerita Motivasi
Dokter itupun tersenyum dan berkata, "Saya minta maaf bapak, saya tadi sedang tidak di rumah sakit. Dan saya sudah  datang secepat yang saya bisa setelah saya menerima panggilan untuk melakukan operasi. Dan sekarang, saya berharap bapak bisa tenang sehingga saya bisa melakukan pekerjaan saya sebaik mungkin".

"Tenang ?! Bagaimana jika yang sekarang yang ada dalam ruangan ini adalah anakmu? Apa kamu akan tenang? Bagaimana saya bisa menunggu selama ini!?" kata si bapak marah.
Dokter itu tersenyum lagi dan menjawab, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk anak bapak dan bapak juga harus berdoa untuk kemudahan operasi sehingga Tuhan bisa mengkaruniakan kesehatan dan kebaikan untuk anak bapak".

"Memberi saran tanpa pernah mengalami posisi yang sama tentu sangat mudah!" gumam ayah seraya membuang muka.

Singkat cerita, beberapa jam berlalu. Dokter tadi keluar dari ruang operasi dengan membawa kabar baik.

“Syukurlah, operasi berjalan dengan lancar. Kondisi anak bapak sekarang baik-baik saja. Dia sudah melalui masa kritisnya. Dan jika bapak ada pertanyaan silakan tanyakan ke perawat.” kata sang dokter seraya pergi meninggalkan bapak tadi.

"Kenapa dia begitu sombong? Tak bisakah dia menunggu beberapa menit dan memberi kesempatan saya untuk bertanya tentang keadaan anak saya." gumam bapak tadi setelah melihat dokter itu berlalu cukup jauh.

Seraya meneteskan air mata, perawat yang sejak tadi disamping bapak itu kemudian menjawab "Anak dokter tadi meninggal kemarin dalam kecelakaan lalu lintas, beliau berada di pemakaman ketika kita memanggilnya untuk melakukan operasi anak Anda. Dan sekarang beliau bergegas pergi untuk menyelesaikan pemakaman anaknya yang sempat tertunda".

Pesan Moral
Jangan mudah menilai orang karena kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan mereka sebenarnya dan apa yang mereka baru saja alami.
Melania Rahayu
Cerita Motivasi Sahabat

0 Response to "Cerita Motivasi : Dokter dan Seorang Ayah"